Selasa, 12 Februari 2013

KELU

tak perlu permulaan karena tak ada pengakhiran.

kelu. semuanya bersikap kelu.
acuh. semuanya memilih acuh.
rapuh. semuaya merasa rapuh.
kembali menapaki bebatuan terik, aku mendekap tekadku yang untungnya masih belum kelu, belum acuh, dan belum rapuh. Meskipun separuh dari tubuhku sudah kelu, sudah acuh, dan sudah rapuh. Tekadku masih nyalang dan bulat. Memilih untuk acuh, ya, betul Itu aku lakukan karena aku takut akan kecewa. hah! pecundangkah aku? tak masalah, toh memang aku pecundang. Setidaknya aku tak senaif hasrat yang selalu saja harus terpenuhi.
Dalam 20 tahun panggung hidupku, setidaknya aku telah bertemu dengan 100 pemain kehidupan lainnya dengan berbagai karakter. Untungnya toh aku cukup banyak belajar dari apa yang aku temui. Aku belajar untuk berperan sebagai pengasih, penyayang, pencinta, perusak, pendendam, pembenci, penakut, dan peran - peran lainnya sesuai dengan karakter pemain lainnya yang aku temui. Namun, baru kali ini aku benar - benar ingin menjadi penyendiri.
Penyendiri dan acuh. ya? toh bukan masalah yang akut?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar