Sabtu, 14 September 2013

PASSION? (posting ulang)

Saat ini saya sedang menempuh pendidikan tinggi tahun keempat semester tujuh di sebuah perguruan tinggi negeri. Awal masuk di perguruan tinggi, tentu saja saya sangat senang. Karena bagaimanapun juga, adanya titel negeri merupakan harga mahal yang tidak mudah didapatkannya. Apapun universitasnya, selagi itu bertitel negeri, tentu diperebutkan. Tidak hanya saya yang sangat senang begitu diterima di perguruan tinggi negeri, orang tua saya yang memang berkemauan anaknya mendapatkan jatah di perguruan tinggi negeri pun ikut bersorak. Namun, awal masuk ke dunia perkuliahan rupanya hanyalah segelintir pembuka dari dunia persaingan yang sebenarnya. 
Persoalan bukan lagi pada perebutan kursi pendidikan yang dibanggakan itu. Tapi bagaimana kemauan keras untuk menghalau tantangan yang ada.  Setelah tahun ketiga saya lewati ini, banyak hal yang bisa saya jadikan bekal untuk kesuksesan. Akan tetapi, saya terserang penyakit yang cukup menghambat kemauan keras untuk terus berpacu mencapai gerbang kesuksesan. Belum apa - apa saya sudah terserang rasa bosan, penat, dan lelah. Rasanya sudah mencapai titik jenuh dari terjenuh. Bosan setiap hari duduk di bangku perkuliaham, mendengarkan dosen ceramah, terlebih tugas - menugas yang bertumpuk. Penat dengan tugas - tugas yang entah penting atau tidak, dan pastinya lelah. Saya sering berpikir, ini kah kerja robot? melakukan yang sama dan berulang setiap harinya. Sepertinya memang sudah distel khusus untuk melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Ternyata tidak hanya saya yang berpikir demikian, teman - temanpun merasakan hal yang sama. Lantas saya berpikir, memang penyakit ini didesain khusus sebagai saingan dalam dunia persaingan. Salah satu penghambat terbesar untuk melewati rintangan yang ada. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Ada penyakit tentu ada obat. Begitupun dengan yang terjadi pada saya dan teman - teman. Saat rasa bosan, penat, dan lelah itu datang, saya berusaha memastikan pada diri saya bahwa inilah jalan yang saya pilih, kemudian saya mengilas balik pada saat saya diterima di PTN tempat saya berkuliah sekarang. Alangkah bersyukurnya saya dibanding kebanyakan teman - teman lainnya yang tidak berhasil diterima di PTN,juga teman - teman yang tidak punya kesempatan berkuliah. Jangankan untuk memikirkan kuliah, bayaran sekolahpun susah (waktu itu SMA Negeri masih belum gratis). Dengan obat itulah saya terus bertahan menjalankan rutinitas yang ada. Rutinitas bertemu dosen, mencari referensi sendiri, juga tugas - menugas.
Saya yakin dengan kemauan yang keras, dibarengi dengan niat, dan selalu memiliki obat tersendiri untuk mengatasi gejala penyakit tersebut, saya bisa mencapai titik sukses yang telah saya gambarkan di peta passion saya.

Selasa, 12 Februari 2013

KELU

tak perlu permulaan karena tak ada pengakhiran.

kelu. semuanya bersikap kelu.
acuh. semuanya memilih acuh.
rapuh. semuaya merasa rapuh.
kembali menapaki bebatuan terik, aku mendekap tekadku yang untungnya masih belum kelu, belum acuh, dan belum rapuh. Meskipun separuh dari tubuhku sudah kelu, sudah acuh, dan sudah rapuh. Tekadku masih nyalang dan bulat. Memilih untuk acuh, ya, betul Itu aku lakukan karena aku takut akan kecewa. hah! pecundangkah aku? tak masalah, toh memang aku pecundang. Setidaknya aku tak senaif hasrat yang selalu saja harus terpenuhi.
Dalam 20 tahun panggung hidupku, setidaknya aku telah bertemu dengan 100 pemain kehidupan lainnya dengan berbagai karakter. Untungnya toh aku cukup banyak belajar dari apa yang aku temui. Aku belajar untuk berperan sebagai pengasih, penyayang, pencinta, perusak, pendendam, pembenci, penakut, dan peran - peran lainnya sesuai dengan karakter pemain lainnya yang aku temui. Namun, baru kali ini aku benar - benar ingin menjadi penyendiri.
Penyendiri dan acuh. ya? toh bukan masalah yang akut?

Sabtu, 04 Agustus 2012

Masa kecil yang aneh

yahaha,selamat datang kembali dunia imajinasi!
tapi kali ini, saya nggak akan cerita imajinasi kok, karena ini nyata. Sebenarnya saya juga agak bingung sih, kenapa jadi cerita ini,tapi tiba-tiba aja kepikiran masa kecil. Nah, sudah bisa dilihat bukan dari judulnya? ya, masa kecil yang aneh! masa kecil saya entah kenapa berbeda dari masa kecil anak perempuan kebanyakan. Kenapa? karena saya adalah seorang tomboy cengeng! bahahaa mana ada tomboy tapi cengeng ya? penasaran? mari simak...
*jengjeng* yap,inilah saya! lihat deh dari posenya aja ketahuan ya gimana? menurut sumber terpercaya sih, (orang tua)ini lagi lucu-lucunya sekitar umur 4 tahun. Kenapa dibilang lucu - lucunya? karena seperti yang terlihat di foto itu, saya gemuk, chubby, kayak panda. Jadi, kata orang tua juga nih ya, setiap orang yang ketemu saya itu pasti langsung bilang "iih lucunya" atau langsung cubit pipi gitu, hahaha. Lalu apa hubungannya denga tomboy? oke balik lagi ke topik. Jadi ,ternyata saya dibilang tomboy dan beda dari anak perempuan kebanyakan itu karena mainan,tingkah laku semuanya kelaki-lakian. Saya nggak pernah mau main barbie unyu-unyu, main masak-masakan, main boneka unyu atau segala jenis mainan anak perempuan lainnya. Tapi nih ya, mainan saya itu isinya mainan anak laki-laki semua! mulai dari robot-robotan, mobil-mobilan, pistol-pistolan, bola, dan sejumlah mainan anak laki-laki lainnya. Selain itu, saya dulu hampir nggak punya teman dekat perempuan, karena ngumpulnya sama anak laki-laki melulu! eh tapi, kalau anak laki-lakinya udah mulai iseng,jahil, atau mengata-ngatai saya,jadilah saya nangis! hahaha, Cengeng bukan? tomboy memang, tapi cengengnya itu nggak hilang. Hal lainnya lagi dari ketomboyan saya itu, saya nggak pernah punya rambut panjang loh! rambut saya selalu cepak bondol persis laki-laki, sampai SD pun masih seperti itu, walaupun udah nggak terlalu kelaki-lakian. Lalu, saya juga dulu punya misi sebagai pembela kebenaran persis kayak yang ada di dongeng atau film kartun. (oiya,ini semua cerita semasa umur 4-6 thn ya) Jadi, saat teman laki-laki saya dulu lagi bandel,nakal, atau nangisin teman perempuan lainnya, saya suka tau-tau nimbrung untuk sok jadi pembawa kebajikan gitu ngebelain teman perempuan saya. Haha! tapi nih ya, ujung-ujungnya malah saya yang nangis,karena habis itu saya nggak ditemenin sama mereka. ha ha ha, sungguh masa kecil yang aneh.

Selasa, 31 Juli 2012

AJAIB #3 & #4

fiuuh, jangan bosen ya temans dengan kemunculan lanjutan tulisan gue,karna gue sendiri bingung mau ngelanjutin takutnya boring, mau nggak ngelanjutin ntar gak konsisten lagi, so.. jadilah gue lanjut aja,tapi seri kali ini jadi digabung karna bahannya juga gak banyak. Oke langsung saja ya, yuhuuu 

Day #3, hari ketiga ini kita nggak wisata ke mana - mana, meskipun begitu ada aja yang kita lakukan. yap! apalagi kalo bukan uno! yehaha. Main uno sih udah dari hari pertama dateng, malemnya langsung main uno gitu. Dan main unonya kita tuh ya, gak ada deh serius-seriusnya, dari mulai main unonya aja gak merhatiin instruksi resminya, terus nyebut UNOnya tuh sering ganti-ganti sesuka kita. ahahaha what a beautiful moment ;') pokoknya banyak banget kebodohan,kekoplakan yang kita lakukan dengan uno! woahaha. Di hari yang gak kemana-mana ini emang kita main uno, tapi gak seharian itu main uno loh yaa. cuman dari pagi sampe siang, itupun udah mulai bosen, pas bosen gitu kita nyetel lagu dari hape siapa aja, itupun lagunya gak pernah full diputernya,pasti cuman setengah - setengah. Mulai bosen lagi, kita nyoba kebodohan lainnya lagi sampeee akhirnya diputuskan untuk jalan - jalan ke malioboro (sore menjelang malemnya). Tapi sebelum berangkat teteep deh ya uno lagi uno lagi, dan part uno yang ini bikin gue sedih,senang,kesal, nano-nano deh! soalnya yang kalah kan gue ya, terus pakek hukuman segala lagi, pake odol diolesin ke bibir :3 huhu tapi udahannya gue seneng banget gitu hahaha. Jadilah di situ gue dikasih gelar "nanda sahabat semua odol" ;D
 sesudahnya dari malioboro, rencananya kita mau sekalian ke alun-alun selatan. Eeh tapi berhubung udah pada capek + aksesnya gak gampang + fulusnya juga udah menipis ya jadilah nggak jadi! tapi kita sempet duduk - duduk di "kita tampilnya" ahaha jadi, di deket museum dari arah malbo itu lagi ada acara rame gitu (oiya yang ada patung-patungnya) trus di acara itu pewaranya bilang gini "kita tampilnya" dan si dera-andi kegirangan ngedengernya sampe dibahas mulu! haha. Kebetulan di situ ada bangku-bangku cihuy gitu, jadilah kita duduk di sana untuk beberapa menit sambil memandang jogja malam hari ;")
 selesai Day #3-nya, langsung ke Day #4 yaaa \o/
Di day #4 ini kita puas - puasin buat berwisata, gak nanggung - nanggung lagi syab, Pantai lhooo! wuhuu. Okedeh, gue gak banyak kicau ya kali ini, biar foto yang bercerita wuohoho *ketawaserem*
ini dia para ladies, ciwis, geulis yagak? hahaha
nah yang ini penuh cerita deh, bingung gue deskripsiinnya. Ada yang sukses loncat, ada yang gagal loncat, ada yang gak loncat-loncat (baca: dera) huahaha
*Disarankan: baca cerita part ini sambil stel musik Sheil on 7 - kita* beeh dashyat!
sekian yaa, sampai jumpa di kelanjutan berikutnya ho ho ho


Kamis, 19 Juli 2012

A J A I B #2

holaa, kembali lagi bersama si nanda-nanda itu*_*
kali ini kelanjutan dari cerita #Day-1, siap nyimak? oke sekarang duduknya yang bener, pandangan lurus, fokus, trus tarik napas ya \o/.

setelah kemarin bersambung di bagian uma-uma ajaib itu, jadi mari kita lanjut dari situ ya. siapa itu uma? yang pasti dia manusia *yaiyalah #plak! jadi uma ini adalah teman kita yang  baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong, aslinya anak jekardah cuman karena kuliah di jogja, jadilah anak jogja (sekilas tentang uma). Nah, si uma - uma ajaib inilah yang udah mau banyak banget direpotin kita - kita yang lugu dan polos ini *maksa*. Okei, abis dijemput uma,(oiya nama aslinya sukma) itu kita dicariin taksi bla bla, trus ditunjukkin arah sampe rumah singgah kita di jogja, yaitu rumah mbahnya sukma atau mbahnya adit juga *sama*. Waktu itu uma lagi ada urusan jadi gak bisa nganter dari stasiun ke rumah. Singkat cerita, setelah berdempet-dempetan ria di taksi, sampailah kita di rumah kosan milik mbah tercinta *jengjeng* sesampainya di sana, kita udah ditunggu oleh Mbah tercinta lho! nah pas udah nyampe kita perkenalan singkat dengan mbah,  selonjoran dulu, males-malesan dulu *ituguekok*, kayang , salto dulu *maapmaap* itu sambil nunggu kamar yang bakal kita tempatin. Dan disini yang kangen banget sama aer itu makhluk ajaib bernama Andi.  Gak lama kita nyampe, dia langsung tanya kamar mandi dan jebar - jebur *anakhigienis*. Singkat cerita lagi, setelah dikasih izin mbah nempatin tempat istirahat kita, masuk, istirahat dan sampailah di keesokan harinya di...
#Day-2 , 1 Juli 2012

Di hari kedua ini adalah hari minggu kuturut ayah ke kota. Kalo menurut gue sih, masih hari adaptasi dari capek *gaya*. Paginya kita olahraga tuh ya, jalan pagi sambil liat suasana jogja pagi gimana sih,oh ternyata kayak gini :




naaah, selesai dari olahraga-olahragaan itu kita lanjut siap - siap jalan nih. Di hari kedua ini, kita wisata ke yang deket - deket dulu ceritanya *sotoy* yaitu ke museum *lupanamanya* sama ke keraton. Sambil nelusurin jalan sepanjang malioboro gitu deh, belom beli apa - apa baru liat barang yang ditaksir aja,


nah, hari kedua cukup sampe keraton dulu ya, abis dari keraton itu kita pada balik lagi ke puri kenanga mbah tercintah \m/ wuuh

Sabtu, 14 Juli 2012

A J A I B


JOGJA – JOGJA AJAIB
Voilaa *Ehem* yang mencetuskan kata ‘ajaib’ dateng nih :P
Gue juga bingung, kenapa bisa terlintas kata ‘ajaib’ di otak gue waktu itu. Gara-gara uno mungkin, atau juga otak lagi akrobat sedikit jadi munculah kata ‘ajaib’ itu bleh bleh bleh.
Ngomong – ngomong ajaib nih ya, selama 6 hari di jogja itu ya emang bener ajaib kok. Banyak banget deh hal ajaib yang gue pribadi temuin selama 6 hari itu khususnya bersama makhluk ajaib di bawah ini nih :














HAHAHA, keliatan kan dari posenya bagaimana ajaibnya mereka?
Okey, langsung aja ya..

#Day-1 sabtu, 30 Juli 2012
kereta ekonomi, bangku VIP :d
Jadiii, hari pertama ini adalah hari keberangkatan kita. Hari sabtu pagi , karena kita dapet tiket kereta yang pagi jam setengah tujuh dari tanah abang! Itu juga berkat pejuang – pejuang tiket ini nih @AlfianFDS @Diyahwidi @Ogi_rdty. Awalnya gue juga masih nggak percaya loh, yang terlintas “wah.. jogja jadi nih?” gileee, terus yang paling ajaib juga “bokap ngijinin gue niih?” aaak senengnya bukan kepalang. Oke, balik lagi ke topik. Di hari keberangkatan ini kita semua terlihat senang riang sambil harap – harap cemas. Hahaha, kenapa? Karena hal ajaib yang kita temuin di perjalanan adalah TEK-CUP BANGKU! Yahahaha, berhubung kereta ajaibnya kereta ekonomi yah, jadi pada nggak tertib duduk yah slogannya “angkat pantat, ilang tempat!” jadi gak sesuai nomer di tiket tuh. Kita duduknya itu kan terpisah dua kubu ya, gue, ay, alf, ogi satu komplek *kelas atas yeh? Hahaha nah komplek lainnya ada diyah, mida eonnie, andi, oks, dera. Sepertinya yang aman bangku mereka, karena gak begitu masalah di tek-cup bangkunya. Tapi di komplek bangku gue itu masalah dari awal, bahkan itu kereta ajaib belum berangkat loh. Tau – tau lagi duduk nunggu keberangkatan, datanglah mas-mas dengan adiknya yang lucu dan imut. Merasa komplek bangku itu sesuai sama tiketnya, nah dia minta duduk di situ *yaiyalah*. Oke, dari situ ogi bangkit tuh, ngasih tempat duduk mas-masnya itu, nah gue mulai panik resah – gelisah, harap – harap cemas. Pasalnya, bangku yang ogi pasrahkan tadi itu bangku yang gue dudukin juga. Gue panik takutnya setelah itu gue disuruh diri, eh ternyata engga. Justru yang kelihatan panik, resah-gelisah orang di sebelah gue, ya masnya dan adik kecilnya itu. awalnya masnya ramah nanya-nanya gitu, eh setelahnya diam, dan adik kecilnya ditarik duduk lebih merapat ke dia, muka adiknya pun udah menunjukkan tanda  resah – gelisah. Hm, sepertinya takut dengan nanda-nanda itu ya *_*. Oke lanjut, abis itu karena ogi gak nemu tempat duduknya (mungkin udah didudukin) akhirnya ogi duduk di deretan bangku alf & ay jadi ya mereka duduk bertiga tuh. Kereta hampir jalan sampe ada lagi penumpang yang mempermasalahkan HAD-nya (hak azasi duduknya) dan kali ini ibu – ibu. As we knows ibu – ibu gimana, ya jadi itu bikin adanya perubahan formasi duduk yang besar. Kali ini ogi sama alf yang ngalah pindah ke tempat duduk aslinya alf(kalo ga salah). Naah, jadi sisa di komplek bangku itu tinggal gue dan ay. Gue dan ay juga udah harap – harap cemas nih, kita berdua sibuk “gimana nih ya kalo disuruh diri? " gue sih yang lebih sibuk celotehin ay, "ay, gimana nih, gue gamau duduk sendiri aah" hahaha pokoknya gue super cemas deh. Eh akhirnya gue sama ay gak jadi pindah, tetap di bangku itu meskipun dengan formasi lain, yah sama orang lain gitu. Nah, singkat cerita dan gatau gimana bisa akhirnya alf sama ogi balik lagi, jadi pas udah di perjalanan gitu ternyata bisa lebih fleksibel barteran duduk gitu. Fuuh akhirnyaa :O mas dan adiknya yang di sebelah gue itu juga bisa bernapas lega hahahaha. Setelah itu malah komplek bangku kita jadi luas, karena akhirnya cuma kita ber-4 deh tuh yang ada di komplek bangku itu, yagak cuy? *kereta ekonomi bangku VIP yeh? hahaha. Oiya, kita turun di stasiun terakhir yaitu stasiun kutoarjo daerah purworejo terus sambung lagi naik KRL jogja paramex namanya! *agak mirip nama obat* wkakak. Turun di stasiun tugu jogja, langsung dijemput uma-uma ajaib. siapakah uma? kita lihat di episode selanjutnya :)


#Day 2 ? *coming soon*

Jumat, 11 November 2011

ABSTRAKSI KEHIDUPAN jilid dua

Aku berteriak, keraaaas sekali. Tapi tak satupun menggubris pekikan ku. Sekejap langkah ku membabi buta, teronggok jejak ku sendiri yang tak lain sekat buram yang rupanya sedari tadi mengungkung langkahku sendiri. Aku mencoba tenang, dan kini untuk menutupinya aku mencoba bersenandung. Namun senandungku makin lama makin sumbang dan terdengar pilu. Ku putuskan untuk menghentikannya, merajuk pada udara yang ada. 

Aku mengambil jarak dengan bulan yang terlihat muram malam itu. dan membingkiskan kiasan lucu untuk mengantar kemuramannya pada jejak-jejak kelabu. Bukan terima kasih yang kudapat dari bulan yang muram itu, melainkan pekikan sembilu. Bulan itu menyergapku dengan makian yang juga sembilu. Entah, aku jadi bingung sendiri, bulan tak biasanya mengumumkan kelaraannya pada semesta, tapi ini lain. Lantas ku tengilkan tendensiku, sejurus kemudian aku memekik : hei! Apa-apaan ini, kau tidak lihat? Aku juga penuh dengan pilu dan lara! Bukan hanya kau bulan.

Bulan yang muram itu hanya terdiam, sambil sesekali mencuri pandang. Bulan yang muram itu lama-kelamaan sesenggukan,ah rupanya ia tak kuat menahan pilunya sendiri setelah sebelumnya aku menghujaninya kata-kata sembilu! 

Sudah genap sepuluh putaran bumi berotasi sesuai siklusnya, tapi bulan itu tetap saja muram. Aneh , sungguh aneh. Tak biasanya bulan begitu muram, ia pun tidak tampil cantik dan indah. Baiklah,sampai di sini aku menyerah untuk mencoba menadah tanya untuknya. Tak akan ada hasil bila bulan sudah masuk siklus muramnya, dan tak akan ada keindahannya.

Bulan malam ini indah, akhirnya setelah beberapa hitungan putaran bumi berotasi, ia terlihat indah juga. Bulan malam ini memang indah, namun terlihat muram. Ada sekat antara aku dengannya. Tapi itu tak menepis sensitifku untuk tahu bahwa ia sedang muram. Bulan yang muram, dan bulan itu merunduk malu. Lalu ia pergi dengan sembunyi di balik kepulan awan.

Kepada bulan yang muram dalam jejak hitam, cibubur 10 agustus 2011